CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Rabu, 03 Juni 2009

Cina Lawan India

Postby ndrea_5 » Mon Oct 06, 2008 3:17 pm

Kompetisi menjelajah antariksa di Asia modern. Cina sudah lebih dulu, tapi India lebih ambisius.




BEIJING -- Minggu pekan lalu, ketika kapsul antariksa Shenzhou VIII sukses mengorbit Bumi lalu mendarat mulus di gurun di Mongolia, sebuah gong perlombaan menjelajah luar angkasa telah dipukul keras-keras. Mirip kejadian pada 1957, ketika peluncuran satelit Sputnik Uni Soviet memicu perang dingin dengan Amerika Serikat, kali ini sebuah pesta besar di Beijing hanya akan membangkitkan kompetisi di antara negara-negara Asia modern.

Ya, Minggu pekan lalu, ketika Zhai Zhigang, yang juga pilot pesawat tempur, baru saja sukses menjalankan misi berjalan di luar angkasa selama 15 menit, dan pemerintah Cina sukses memamerkan keandalan baju antariksa "rajutan"-nya sendiri, negara-negara seperti Jepang dan India memang terguncang hebat.

Cina mungkin sudah semakin paripurna mentahbiskan dirinya sebagai kekuatan pembanding Amerika Serikat dan Rusia--ia sebelumnya juga sukses menembakkan peluru kendali untuk "menghabisi" satelit cuacanya yang sudah tua di orbit Bumi--tapi keberhasilannya pekan lalu justru lebih berdampak terhadap dua negara tetangganya itu. Jepang sedang bersiap mengembangkan program-programnya selama ini yang berupa riset ilmiah di Stasiun Antariksa Internasional dan bisnis satelit komersial dengan menggali pula kemungkinan aplikasi militer.

Sedangkan India dalam beberapa tahun belakangan telah mentransformasi program antariksa, bukan lagi melulu urusan cuaca dan satelit komunikasi, tapi juga sebuah proyek hiperaktif. Program eksplorasi robotik dijadwalkan meluncur pada 22 Oktober mendatang untuk mengorbit bulan selama dua tahun.

Yang paling seru jelas antara Cina dan India. Kedua negara ini tidak hanya disatukan oleh kesamaan jumlah penduduk yang mendominasi dunia dan keistimewaan sebagai negara berkembang yang industri ekonominya menggeliat paling kencang, tapi juga oleh nasib. Cina dan India sama-sama mengembangkan sendiri kemampuan terbang ke antariksa. Sementara Cina selama ini hanya menjadi penonton yang baik dalam kerja sama AS-Rusia membangun Stasiun Antariksa Internasional, India malah sudah dikucilkan NASA dan Badan Antariksa Eropa sejak mencoba senjata nuklir pertamanya pada 1974.

Dari sana, baik Cina maupun India sama memiliki dua motivasi besar: kemandirian dan pemikiran bahwa eksplorasi antariksa akan membuat prestise nasional mereka membubung tinggi. Secara alami, kedua motivasi itu memang saling terkait. India, misalnya, setuju roketnya pada Oktober nanti ditebengi muatan dari Amerika Serikat dan Eropa. Sedangkan Cina, pernyataan Ouyang Ziyuan, ahli antariksa di Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, berikut ini bisa menjelaskan semuanya: "Program Cina menunjukkan kekuatan nasional yang komprehensif dan meningkatkan prestise internasional Cina serta kekuatan yang menyatukan bangsa Cina."

Program antariksa Beijing mengompori kompetisi dengan India ketika astronotnya yang pertama, Yang Liwei, sukses mengorbit Bumi pada Oktober 2003, lalu dirangkai pada tahun lalu dengan tembakan peluru kendali ke luar angkasa. Kini, negeri yang sukses menggelar pesta Olimpiade pada Agustus lalu bahkan sedang membangun pusat peluncuran roket yang keempat di Pulau Hainan. Sebuah roket pendorong terbaru seberat 25 ton yang akan membawa modul berawak untuk rencana stasiun antariksa bakal meluncur dari sana.

Cina juga tengah mengusung ambisi untuk mendaratkan wahana robotik di bulan jika berhasil mengorbitkan wahana lainnya yang mengelilingi satelit Bumi itu. Rumor yang beredar bahkan menyebutkan bahwa raksasa banyak hal, termasuk polusi, ini juga mempersiapkan pendaratan manusia di bulan--sebuah ambisi yang bukan tidak mungkin bisa menyodok cita-cita Amerika Serikat sejak 2004 untuk mendirikan pangkalan permanen di bulan.

Meski selama ini Amerika Serikat membatasi ekspor teknologi, toh, bisnis satelit komersial Cina bisa berkembang tak kalah oleh Jepang. Cina sejauh ini telah meluncurkan 79 satelit, 10 di antaranya pada 2007.

India juga begitu. Sepanjang tahun ini saja ada 11 satelit yang telah diluncurkan dari Sriharikota, situs peluncuran roket di India Selatan. Jumlah itu termasuk sembilan pesanan dari negara lain. Negara ini juga menjadi yang pertama meluncurkan 10 satelit sekaligus dalam satu roket.

Ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet dulu sekali bersaing dalam konteks perang dingin, majalah Newsweek menulis, India dan Cina kini saling bersaing untuk memimpin pasar industri knowledge dan sumber daya manusia yang kompetitif. Itu sebabnya, setiap keberhasilan program antariksa Cina akan bergetar hebat di Delhi, di mana program antariksanya yang sudah berusia 36 tahun sudah siap menelurkan proyek ke bulan.

India memang belum mengirim seorang pun ke luar angkasa, setidaknya sampai 2015. Namun, berdasarkan agenda yang bocor ke media, negeri ini nantinya hanya akan kalah setahun oleh Cina untuk bisa membuat pendaratan di bulan.

Madhavan Nair, Kepala Program Antariksa di ISRO (Lapan-nya India), mengungkapkan bahwa kini negerinya membelanjakan uang US$ 1 miliar setiap tahun untuk program antariksa (sebagai pembanding, Cina US$ 2,5 miliar). Wahana pengorbit bulan, Chandrayaan-I, yang akan diluncurkan dua pekan mendatang ditaksir senilai US$ 100 juta. Wahana itu akan mengempaskan sebuah obyek ke permukaan bulan yang pada gilirannya akan membuat debu dan tanah bulan terlontar ke udara. Saat itulah Madhavan dan kawan-kawan akan menganalisis debu dari kejauhan.

Belum lagi Chandrayaan-I mengangkasa, ISRO sudah getol merayu parlemen setempat untuk memuluskan pendanaan untuk rencana penerus Chandrayaan-I, yakni Chandrayaan-II. Wahana kedua ini didesain untuk tujuan mendaratkan sebuah wahana penjelajah robotik di bulan tidak lebih lama dari 2012.

Jika semua lancar, badan riset antariksa India itu menyatakan sudah menyiapkan agenda misi astronot ke bulan pada 2020, diikuti dengan misi robotik ke Mars, asteroid tetangga, dan matahari--sebuah susunan agenda yang terdengar lebih ambisius ketimbang Cina. "Saya kira kami tidak sedang dalam perlombaan apa pun mengenai program antariksa," kata Madhavan. "Kami memiliki prioritas nasional sendiri, dan atas dasar itu kami mencoba berkonsentrasi pada pengembangan yang menguntungkan rakyat kami."

Senin, 01 Juni 2009

what make people in bad area, heat, eternal autumn, lack of water, still creating good arts, cooling wisdom philosophy..

maybe really, it's passion..

Sabtu, 30 Mei 2009

lagi nyoba ping.fm